KBLI Produk Yang Sering Diajukan untuk Sertifikasi Halal

  • adminsadarhalal
  • Des 25, 2024

Bingung menentukan KBLI produk untuk pengajuan sertifikasi halal? Banyak pengusaha UMKM yang bertanya hal serupa! Artikel ini membahas KBLI produk makanan & minuman, kosmetik, obat-obatan, dan lainnya yang sering diajukan untuk sertifikasi halal. Temukan informasi lengkap & akurat agar proses sertifikasi berjalan lancar. Ketahui KBLI produk Anda, serta siapkan persyaratannya, yuk! Jangan sampai salah pilih KBLI, agar proses sertifikasi halal lebih mudah!

KBLI Produk yang Sering Diajukan Sertifikat Halalnya

Memahami KBLI dan Pentingnya Sertifikasi Halal

Apa itu KBLI? Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sistem pengkodean yang digunakan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis usaha di Indonesia. Penggunaan KBLI sangat penting dalam berbagai aspek, termasuk dalam proses perizinan usaha dan, yang tak kalah penting, sertifikasi halal. Setiap jenis usaha akan memiliki kode KBLI yang spesifik, yang mencerminkan kegiatan usaha yang dilakukan.

Mengapa KBLI Penting dalam Sertifikasi Halal? KBLI menjadi dasar dalam menentukan jenis produk yang akan disertifikasi halal. Lembaga sertifikasi halal akan menggunakan kode KBLI untuk mengidentifikasi jenis produk dan proses produksinya, sehingga dapat menentukan standar dan persyaratan kehalalan yang berlaku. Dengan demikian, KBLI menjadi kunci dalam memastikan proses sertifikasi halal berjalan dengan akurat dan efektif.

Bagaimana KBLI Mempengaruhi Proses Pengajuan Sertifikasi Halal? Kode KBLI yang salah dapat menghambat proses pengajuan sertifikasi halal. Pengajuan sertifikasi halal yang menggunakan kode KBLI yang tidak sesuai dengan jenis produk akan ditolak. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang KBLI produk sangat penting dalam mempersiapkan dokumen dan proses pengajuan sertifikasi halal.

KBLI Produk Makanan yang Umum Diajukan

Berikut ini beberapa KBLI produk makanan yang sering diajukan dalam proses Pengajuan Sertifikasi Halal

KBLI untuk Produk Olahan Susu

Produk olahan susu seperti susu UHT, yogurt, keju, dan mentega memiliki KBLI yang berbeda-beda tergantung pada proses pengolahannya. Syarat dan ketentuan sertifikasi halal untuk produk olahan susu meliputi kehalalan bahan baku, proses produksi, dan kebersihan sanitasi. Lembaga sertifikasi halal akan memeriksa seluruh tahapan produksi untuk memastikan produk tersebut memenuhi standar kehalalan.

KBLI untuk Produk Minuman

Minuman beralkohol dan non-alkohol memiliki KBLI yang berbeda dan persyaratan sertifikasi halal yang berbeda pula. Minuman beralkohol secara otomatis tidak memenuhi syarat kehalalan. Minuman non-alkohol, seperti jus buah, teh, dan kopi, memerlukan pemeriksaan kehalalan bahan baku dan proses produksi.

KBLI untuk Makanan Siap Saji

Pertimbangan Khusus dalam Pengajuan. Makanan siap saji seperti nasi kotak, mie instan, dan makanan beku memiliki KBLI yang spesifik. Pertimbangan khusus dalam pengajuan sertifikasi halal untuk makanan siap saji meliputi kehalalan bahan baku, proses penyiapan, penyimpanan, dan distribusi. Aspek kebersihan dan keamanan pangan juga sangat diperhatikan.

KBLI untuk Produk Bakery dan Kue

Produk bakery dan kue seperti roti, kue kering, dan cake, memiliki KBLI yang spesifik. Aspek kehalalan bahan baku menjadi fokus utama dalam sertifikasi halal untuk produk ini. Bahan baku seperti margarin, pengembang, dan perisa harus dipastikan halal dan bebas dari bahan-bahan yang dilarang dalam Islam.

KBLI untuk Produk Rempah dan Bumbu

Meskipun rempah dan bumbu sering dianggap sudah halal secara alami, sertifikasi halal tetap direkomendasikan. Sertifikasi halal akan memberikan jaminan tambahan bagi konsumen tentang kehalalan dan kualitas produk. Proses sertifikasi ini juga membantu meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasaran.

KBLI Produk Non-Makanan yang Umum Diajukan

KBLI untuk Kosmetik dan Produk Kecantikan

Produk kosmetik dan kecantikan, seperti sabun, shampo, dan krim wajah, memiliki KBLI tersendiri. Standar kehalalan untuk produk ini meliputi kehalalan bahan baku dan proses produksi yang sesuai dengan syariat Islam. Beberapa bahan yang umum digunakan dalam produk kosmetik perlu dipastikan kehalalannya.

KBLI untuk Produk Farmasi dan Obat-obatan

Produk farmasi dan obat-obatan memiliki regulasi dan persyaratan khusus dalam sertifikasi halal. Selain kehalalan bahan baku, proses produksi dan penyimpanan harus memenuhi standar yang ketat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Lembaga sertifikasi halal bekerja sama dengan BPOM dalam proses ini.

KBLI untuk Produk Rumah Tangga

Berbagai produk rumah tangga seperti deterjen, sabun cuci piring, dan pembersih lantai memiliki KBLI yang berbeda. Proses sertifikasi halal untuk produk rumah tangga ini berfokus pada kehalalan bahan baku dan dampaknya terhadap lingkungan. Proses produksi juga harus ramah lingkungan.

KBLI untuk Produk Tekstil

Produk tekstil seperti kain, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga dari tekstil memiliki KBLI spesifik. Pertimbangan utama dalam sertifikasi halal produk tekstil adalah kehalalan bahan baku dan proses produksi. Bahan baku seperti pewarna dan bahan tambahan harus memenuhi standar kehalalan.

KBLI dan Peraturan Pemerintah Terbaru Terkait Sertifikasi Halal

Perubahan Regulasi dan Dampaknya terhadap KBLI. Peraturan pemerintah terkait sertifikasi halal terus diperbarui melalui Keputusan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (Kepkaban). Perubahan regulasi ini dapat berdampak pada KBLI produk dan persyaratan sertifikasi halal. Selalu perbarui informasi terbaru dari sumber resmi.

Update Informasi Terbaru Mengenai KBLI dan Sertifikasi Halal. Informasi terbaru mengenai KBLI dan sertifikasi halal dapat diakses melalui situs web resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Website ini menyediakan informasi lengkap, termasuk panduan dan persyaratan sertifikasi halal.

Tips dan Trik Mempersiapkan Pengajuan Sertifikasi Halal Berdasarkan KBLI

Memastikan KBLI Produk Sudah Tepat. Pastikan kode KBLI yang digunakan sesuai dengan jenis produk dan proses produksinya. Jika ragu, konsultasikan dengan pendamping P3H untuk sertifikasi hgalal self declare atau Penyelia Halal untuk sertifikasi halal reguler.

Mengumpulkan Dokumen yang Lengkap dan Benar. Kumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan secara lengkap dan benar agar proses pengajuan sertifikasi halal berjalan lancar. Ketidaklengkapan dokumen dapat menyebabkan penundaan atau penolakan pengajuan.

Memilih Lembaga Sertifikasi Halal yang Tepat. Pilih LPH yang terakreditasi dan berpengalaman dalam mensertifikasi produk sejenis. Hal ini akan mempermudah proses sertifikasi halal.

Menyiapkan Tim yang Kompeten untuk Proses Sertifikasi. Siapkan tim yang kompeten untuk mengurus proses sertifikasi halal. Tim yang kompeten akan mampu menjawab pertanyaan auditor dan memastikan kelancaran proses sertifikasi.

Kesimpulan: Memastikan Kehalalan Produk Anda dengan KBLI yang Tepat.

Ketepatan KBLI merupakan kunci keberhasilan dalam proses sertifikasi halal. Dengan memahami KBLI dan mengikuti panduan yang telah diberikan, Anda dapat memastikan kehalalan produk Anda dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan BPJPH atau LPH jika Anda memerlukan bantuan.

Post Terkait :