Berapa Biaya Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri? Memperoleh sertifikat halal merupakan langkah penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun kepercayaan konsumen. Sertifikasi halal self declare mandiri menawarkan alternatif yang lebih terjangkau, tetapi perlu dipahami biaya dan prosesnya dengan baik. Artikel ini akan mengupas tuntas biaya sertifikasi halal self declare mandiri, persyaratan yang harus dipenuhi, dan strategi untuk menghemat biaya. Kami juga akan membahas perbedaan antara sertifikasi halal self declare mandiri dengan sertifikasi halal self declare gratis (kuota sehati) dan implikasinya bagi bisnis. Berikutnya, kita akan membahas proses, biaya, dan pentingnya melakukan sertifikasi halal.
Memahami Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri
Apa itu Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri?
Sertifikasi halal self declare mandiri adalah proses sSelf declare mandiri adalah suatu proses pengajuan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha (Self Declare) yang dibiayai pelaku usaha sendiri secara sukarela. Proses ini cenderung lebih fleksibel dan efisien dalam hal biaya, tetapi tetap mengharuskan pelaku usaha untuk memahami standar halal yang berlaku dan menerapkannya secara konsisten. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa kepatuhan terhadap standar halal sepenuhnya berada di tangan pelaku usaha dan perlu memastikan penerapannya secara konsisten.
Keunggulan dan Kekurangan Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri
Sertifikasi ini memiliki keunggulan, yaitu proses yang lebih cepat dibandingkan sertifikasi halal self declare gratis yang masih harus menunggu kuota sehati dibuka kembali. Namun, kekurangannya adalah pada proses self declare ini pelaku usaha harus merogoh kocek sendiri.
Meskipun demikian, besaran biaya yang perlu dikeluarkan dinilai masih cukup terjangkau oleh pelaku usaha dan masih menguntungkan apabila dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh.
Seputar Persyaratan dan Proses Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri
Jenis dan Jumlah Produk
Biaya sertifikasi halal self declare mandiri tidak tergantung jenis produk yang diproduksi sebagaimana dalam sertifikasi halal reguler. Pada sertifikasi halal self declare mandiri berlaku tarif flat per ajuan sertifikat halal. Namun, dengan syarat produk yang akan di sertifikasi halal harus memnuhi kriteria produk self declare, yaitu tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan sembelihan dan melalui proses produksi yang sederhana.
Selain itu, sebagaimana sertifikasi hala self declare sehati, jumlah produk yang dapat diajukan dalam sertifikasi halal self declare mandiri juga dibatasi maksimal 10 produk per ajuan sertifikat.
Proses Self Declare Mandiri
Proses self declare mandiri sedikit berbeda dengan self declare gratis. Pengajuan sertifikasi halal self declare mandiri dapat dilakukan melalui situs resmi SiHalal yang dikelola oleh BPJPH. Langkah-langkahnya meliputi pengisian formulir aplikasi, melampirkan dokumen pendukung seperti daftar bahan baku dan produk, serta memilih Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) beserta pendampingnya.
Setelah dokumen pengembangan produk diajukan, verifikator LP3H akan memeriksa kelengkapan dokumen tersebut. Jika memenuhi persyaratan, berkas akan diteruskan ke BPJPH untuk penerbitan invoice biaya sertifikasi halal self declare sebesar Rp230.000.
Setelah pembayaran dilakukan, Pendamping Proses Produk Halal (P3H) akan melakukan verifikasi dan validasi data langsung di lokasi usaha. Apabila semua data telah lengkap dan sesuai standar, pengajuan tersebut akan diajukan ke Komite Fatwa untuk menjalani sidang penetapan fatwa.
Setelah Komite Fatwa menetapkan keputusan, BPJPH akan menerbitkan sertifikat halal. Pelaku usaha kemudian dapat mengunduh sertifikat tersebut melalui situs SiHalal. Seluruh proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap produk tambahan tetap memenuhi standar halal yang telah ditetapkan.
Memilih Skema Sertifikasi yang Sesuai
Ada beberapa skema sertifikasi halal yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan usaha. Pilihlah skema yang paling sesuai dengan jenis dan volume produksi Anda. Hal ini penting untuk memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Jika produk dan skala usaha anda memenuhi kriteria self declare, maka sertifikasi halal self declare mandiri bisa menjadi pilihan tepat bagi anda yang tidak mau lama menunggu kuota Sehati dibuka.
Pelajari Lebih Lanjut Tentang Sertifikasi Halal Self Declare Mandiri
Sebagai penutup, mengetahui biaya sertifikasi halal self declare mandiri sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Dengan pemahaman yang baik, anda dapat merencanakan anggaran dan mempersiapkan administrasi dengan lebih matang.
Ingin bergabung dengan komunitas UMKM Sadar Halal dan mendapatkan wawasan lebih lanjut? Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah untuk bertanya atau berdiskusi! Jangan ragu untuk menghubungi kami jika anda memiliki pertanyaan seputar sertifikasi halal.